Home / Cerita Hot / Cerita Hot Kisah Tragis Teller Wanita Bank Yang Diperkosa

Cerita Hot Kisah Tragis Teller Wanita Bank Yang Diperkosa

Cerita Hot Kisah Tragis Teller Wanita Bank Yang DiperkosaCerita Hot Kisah Tragis Teller Wanita Bank Yang Diperkosa. Ririn adalah seorang wanita karir yang saat ini usianya menginjak 23 tahun, penampilannya cukup cantik, walaupun tubuhnya kelihatan agak berisi, namun tidak mengurangi penampilannya sehari-hari. dia adalah pimpinan kepala cabang disalah satu bank swasta yang terkenal di perkotaan.

Dengan tinggi badan 165 cm dan ukuran bra 36B, membuat penampilannya makin menggairahkan. apalagi jika ia memakai sepatu hak tinggi, rok span di atas lutut serta blous silk yang tipis, membuat semua pria yang menatapnya ingin memperkosanya untuk mencicipi mulus tubuh wanita tersebut. Hampir setiap hari ia berpakaian seperti itu, hingga bra putih berenda ukuran 36B yang dipakainya itu dapat terlihat tembus dari balik blousnya yang tipis.

Pada suatu hari, beberapa bulan yang lalu, secara kebetulan suami Ririn tidak dapat menjemputnya di kantor karena ada urusan mendadak. Maka malam itu sehabis lembur, sekitar jam 8 malam ia menunggu taxi tidak jauh dari depan kantornya, yang malam itu sudah agak sepi dan gelap. Tiba-tiba tanpa disadarinya, sebuah mobil sedan berkaca gelap berhenti di depannya. Sekonyong-konyong keluar seorang pemuda dari pintu belakang dan langsung menyeret Ririn masuk ke dalam mobil tersebut, dan langsung tancap gas dalam-dalam meninggalkan tempat tersebut.

Di dalam mobil tersebut ada tiga orang pria, Ririn diancam untuk tidak berteriak dan bertindak macam-macam, sementara mobil terus melaju dengan cepat. Ririn duduk diapit 2 orang pria, yang sementara mobil melaju berusaha meremas-remas pahanya, hingga tangan kedua lelaki tersebut bergantian meremas-remas selangkangannya yang dibalut celana korset putih berenda tersebut.

Kedua tangan Ririn diikat dengan tali tambang hingga dadanya yang masih dilapisi blous putih itu mencuat kedepan tidak tertahankan. Sementara itu kedua orang pria yang mengapitnya itu terus mengobok-ngobok selankangan Ririn hingga rok spannya tersingkap sampai sepinggang, sementara kedua belah kakinya yang masih memakai sepatu hak tinggi tersebut dibentangkan lebar-labar kekiri dan kanan sampai akhirnya kedua lelaki tersebut dengan leluasa mengusap-ngusap selangkangan Ririn, hingga akhirnya mereka tiba di sebuah rumah besar disuatu daerah sepi.

Mobil langsung masuk ke dalam dan garasi langsung ditutup rapat-rapat. Kaki dan tangan Ririn diikat, sementara mulutnya disumpal pakai tissue. Ririn langsung digotong oleh dua orang masuk ke dalam rumah. Dan alangkah terkejutnya Ririn begitu masuk ke dalam ruangan tersebut. Ternyata diluar dugaannya, disana sudah menunggu kurang lebih sekitar lima puluh orang pria, yang rata-rata sudah setengah bugil dan mereka sedang menonton blue film sambil sesekali memainkan batang kejantanan mereka.

Ririn didudukkan di kursi sofa di antara mereka, dan mereka langsung membuka tali pengikat kaki dan tangannya serta sumbatan mulutnya. Ririn sudah tidak dapat bergerak dan berteriak lagi karena lemas ketakutan, sementara badannya terus gemetaran karena begitu takutnya dia. Salah seorang berkata kepadanya bahwa mereka tidak akan menyiksa atau memukulnya, asalkan Ririn menuruti kemauan mereka semua. Dan tanpa berlama-lama lagi mulailah Ririn dikerjain beramai-ramai.

Satu persatu dari mereka mulai meraba-raba tubuhnya, sementara yang lainnya berusaha membuka kancing baju blous Ririn, hingga terlepaslah blous tersebut dari tubuhnya. Dan betapa nafsunya mereka melihat tubuh Ririn yang montok putih dan dengan bra berenda yang sangat menggunung menutupi sepasang payudaranya yang indah. Paha yang masih tertutup rok span merah itu sekarang mulai digerayangi, dan mereka berusaha menyingkapkannya ke atas sambil membentangkan kedua kaki Ririn lebar-lebar sampai celana dalam model korset yang berwarna putih itu terlihat sangat jelas dan membuat Ririn terlihat semakin menggoda untuk dikerjain.

Tanpa membuang waktu lagi, mereka bergantian meremas-remas payudaranya yang besar itu. Beberapa tangan menyelinap di balik bra putih Ririn dan berusaha meremas-remas gunung kembar tersebut sambil memilin-milin puting susunya, hingga akhirnya mereka membetot BH Ririn ke bawah sampai kedua gunung kembar Ririn tersembul bergoyang-goyang. Dan langsung saja beberapa orang membuka celananya, dan bergantian menjepitkan penis mereka di antara gunung kember Ririn yang montok itu, dan menggerakkannya ke atas ke bawah dengan cepat.

Sementara gunung kembar Ririn sedang ‘dinikmati’, beberapa orang lainnya meremas-remas paha Ririn sambil mengusap-ngusap selangkangan Ririn yang masih dibalut celana korset putih itu. Hingga saking tidak tahan lagi karena nafsu, salah seorang menggunting celana korset Ririn di bagian selangkangannya, hingga terlihatlah vagina Ririn yang ditutupi bulu-bulu halus. Salah seorang mencoba untuk memasukkan jari tengahnya ke dalam vagina Ririn, yang sebelumnya sudah diolesi semacam pelumas yang licin, hingga jari tersebut keluar masuk dengan leluasa, dan membuat yang lainnya ingin mencoba sampai akhirnya sekitar dua puluh tiga orang dengan nafsunya bergantian memasukkan jari tengah maupun telunjuk mereka ke dalam vagina Ririn.

Sementara itu Fie hanya dapat pasrah dalam keadaan lemas tidak berdaya karena ia sangat shock melihat tubuhnya mulai diperkosa bergantian oleh lima puluh tiga laki-laki. Beberapa orang mulai memaksa Ririn untuk meng-oral batang kejantanan mereka. Satu orang di belakang Ririn memegangi kepalanya, sementara yang lainnya memaksakan batang kejantannya masuk ke dalam mulut Ririn hingga mentok sampai pangkal penis mereka dan sepasang buah sakar bergelantungan di depan bibir Ririn.

Musik Rock yang hingar bingar melatar belakangi pemerkosaan Ririn, dan mereka terus bergantian mengocokkan batang penis mereka di dalam mulut Ririn keluar masuk dangan cepat hingga buah sakarnya memukul-mukul dagu Ririn. Bunyi berkecipak karena gesekan bibir Fien dan batang penis yang sedang dikulumnya tidak dapat dihindarkan lagi, dan membuat orang yang sedang mengerjainya makin bernafsu dan makin mempercepat gerakan pinggulnya yang tepat berada di depan wajah Ririn hingga batang penisnya juga makin cepat keluar masuk mulut Ririn dan sesekali membuat Ririn tersedak dan ingin muntah.

Lima puluh tiga batang penis dengan ukuran 15 cm hingga 20 cm sudah dikulumnya dan membuat Ririn makin lemas dan pucat. Rata-rata dari mereka sudah tidak tahan, dan mulailah mereka menyetubuhi Ririn. Salah seorang memangku Ririn menghadap ke arahnya hingga gunung kembar Ririn mencuat tepat di depan wajahnya, sementara itu orang tersebut menusukkan batang penisnya ke dalam vagina Ririn. Dengan dibantu temannya, mereka menggerakkan tubuh Ririn ke atas ke bawah hingga penisnya terkocok-kocok keluar masuk vagina Ririn, dan lelaki yang memangkunya dapat menghisap-hisap serta meremas-remas payudaranya dengan leluasa.

Sementara itu dua orang lagi memaksa Ririn memegang batang penis mereka dan mengocoknya dengan cepat, yang lainnya lagi meremas-remas payudara Ririn dari arah belakang sambil menempelkan batang kejantannya di tubuh Ririn. Puas dengan gaya pangku, mereka memaksa Ririn berdiri nungging, dan menyetubuhinya dari arah belakang, sementara beberapa lelaki mengocok batang penis mereka di depan wajah Ririn, dan memaksanya untuk mengulum-ngulum serta menghisap batang kejantanan mereka.

Kedua gunung kembar Ririn diremas-remas dari arah depan oleh lelaki yang batang kejantanannya sedang dihisapnya, sementara beberapa laki-laki dengan begitu napsunya bergantian memacu batang penis mereka di dalam vagina Ririn. Penis demi penis bergantian berada di muka, mulut serta vaginanya, bahkan beberapa dari mereka dengan sengaja menampar-nampar penis mereka di wajah Ririn, hingga menimbulkan bunyi yang membuat mereka makin bernafsu memperkosa Ririn.

Sudah satu jam lebih mereka memperkosa Ririn, dan hampir semua lelaki yang ada sudah mendapat giliran, dan kini mereka ingin sekali untuk mengeluarkan spermanya di wajah, mulut serta payudara Ririn. Ririn dipaksa duduk di kursi sofa yang berada di ruang tamu tersebut, dan empat orang mulai berdiri mengelilinginya sambil memaksanya mengocok serta mengulum batang kejantanan mereka, hingga akhirnya satu persatu mulai memuncratkan air mani mereka di wajah Ririn. Rata-rata dari mereka muncrat sangat banyak hingga membuat wajah Ririn basah tidak karuan oleh banyaknya air mani yang ditumpahkan di wajahnya.

Tidak sedikit dari mereka yang memaksa Ririn untuk membuka mulutnya dan menyemprotkan sperma mereka bergantian di mulut Ririn, serta memaksanya untuk menelannya. Beberapa orang dari mereka juga menyemprotkan spermanya di payudara dan leher Ririn, hingga Ririn terlihat mandi sperma yang luar biasa. Ada yang menyemprotkan spermanya di ubun-ubun kepala Ririn. Hingga sperma berhamburan turun membuat garis lurus dari dahi hingga ke bibirnya.

Sepuluh orang bergantian menggunakan wajah Ririn untuk berejakulasi dengan cara menekan-nekan serta menggerakan wajahnya turun naik di selangkangan mereka hingga akhirnya air mani mereka muncrat berhamburan membasahi serta membuat lengket wajah Ririn. Dua orang dari mereka berusaha untuk menyendoki sperma yang menempel di wajah dan payudaranya, lalu mencekokinya ke mulut Ririn dan memaksanya untuk menelannya, hingga wajah dan payudara Ririn bersih mengkilat. Lima puluh enam orang sudah membuang spermanya di tubuh Ririn, dan kini Ririn diistirahatkan dan dimandikan oleh beberapa orang, untuk kembali diperkosa beberapa jam lagi.

Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam, dan Ririn sudah kembali cantik dan bersih dengan bra putih berenda serta korset baru yang sudah dipersiapkan khusus untuknya. Ririn dipaksa menonton dirinya sendiri yang tadi difilmkan oleh mereka, terutama pada bagian dimana ia memakan sperma para lelaki yang begitu brutal memaksanya.

Kini Ririn kembali dikerjain oleh mereka, dan setengah dari mereka adalah wajah baru meggantikan mereka yang sudah merasa puas mengerjai Ririn. Mereka kembali menyetubuhi Ririn dengan nafsunya sambil memaksanya mengocok serta menghisap-hisap penis mereka hingga akhirnya mereka berejakulasi dan mengumpulkan sperma mereka di dalam gelas whisky yang berkaki panjang, dan terkumpulah enam puluh sperma laki-laki dalam tiga gelas whisky tersebut.

Satu gelas pertama dari sperma tersebut dituangkan ke dalam semangkuk penuh butiran jagung manis yang sudah direbus dan diaduk hingga rata, tidak lupa juga salah seorang dari mereka mencampurkan susu kental manis ke dalam mangkuk jagung tersebut, dan Ririn dipaksa makan jagung sperma tersebut sambil disuapi bergantian oleh beberapa laki-laki. Bahkan lima belas orang dari mereka ada yang langsung mengecrotkan air maninya ke dalam mangkuk jagung tersebut hingga makin kental saja kuah jagung yang harus dinikmati Ririn, hingga akhirnya jagung tersebut habis ditelannya.

Gelas kedua kini dicekoki ke mulut Ririn sesendok demi sesendok hingga habis tidak bersisa, dan sisa-sisa air mani yang ada di gelas dikuas dengan potongan ketimun yang akhirnya disumpalkan ke dalam mulut Ririn dan dipaksa mengunyah, kemudian menelannya. Gelas ketiga dituangkan dari atas kepala Ririn hingga membasahi seluruh wajah, leher, payudara serta buah dada Ririn. Dan mereka seperti biasa menyendoki sperma tersebut dan menyuapinya ke mulut Ririn.

Beberapa orang yang belum puas kembali menjepitkan penis mereka di belahan payudara Ririn, dan mengocoknya dengan sangat cepat sampai akhirnya mereka bergantian menyemprotkan air mani mereka di wajah Ririn yang sudah mandi sperma tersebut, hingga bertetesan ke payudaranya. Salah seorang mengambil celana dalam korset milik Ririn yang dari tadi sudah dicopot dari selangkangannya dan Ririn dipaksa memegang korsetnya itu dengan kedua tangan yang direntangkan dan kurang lebih tiga puluh orang laki-laki yang masih belum puas spermanya diminum Ririn mulai beraksi lagi.

Mereka mulai mengocok-ngocok penis mereka di depan wajah Ririn, sementara Ririn terus dipaksa merentangkan korsetnya itu, dan satu persatu dari mereka mulai berejakulasi dan bergantian menyemprotkan spermanya di wajah Ririn maupun di atas korset Ririn, hingga tetesan air mani dari wajah Ririn jatuh di korset tersebut. Hingga akhirnya korset tersebut berat dengan sperma yang tertampung di atasnya, bahkan sampai tembus menetes membasahi paha Ririn.

Celana korset tersebut diangkat oleh salah seorang dari tangan Ririn, dan mereka memaksa Ririn membuka mulutnya, dan salah seorang dari mereka menyumpalkan korset tersebut ke dalam mulut Ririn dengan brutalnya dan menekannya hingga habis melesak masuk semua ke dalam mulut Ririn dan mereka bergantian menekan-nekan korset tersebut agar air maninya meresap ke tenggorokan Ririn dan tertelan olehnya.

Selesai diperkosa, Ririn dibawa hingga ke pusat kota dan dinaikkan ke dalam taksi yang hanya dipakaikan jas hujan. TAMAT

Cerita Hot Kisah Tragis Teller Wanita Bank Yang Diperkosa by Detiklendir.com – Cerita Dewasa , Cerita Seks , Cerita Hot , Bokep , Bokep Indo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*